Balon HUT ke-44 MAN Purworejo, Simbol Prestasi Madrasah
Purworejo (16/03/2022) Tanggal 16 Maret merupakan peringatan hari jadi MAN Purworejo. MAN Purworejo didirikan pada tanggal 16 Agustus 1978, yang berarti pada 16 Maret 2022 ini merupakan peringatan hari jadi yang ke-44. Pada usia yang ke-44 ini, sudah banyak prestasi yang diperoleh, baik tingkat Kabupaten, propinsi, maupun internasional baik secara offline maupun online. Oleh karena itu, peringatan hari jadi yang ke-44 ini bertajuk “Semakin Mapan Menyambut Masa Depan“, yang berarti kita harus memaksimalkan kinerja guna meningkatkan prestasi peserta didiknya, sekaligus mampu membawa suasana pendidikan yang mendukung pembelajaran sehingga memberikan warna-warni keceriaan dan kebanggaan bagi seluruh warga MAN Purworejo.
Karena masih dalam suasana pandemi covid-19, peringatan hari jadi ke-44 ini dirayakan serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan diawali dengan apel HUT ke 44 MAN Purworejo di halaman madrasah. Peringatan HUT ke-44 MAN Purworejo kali ini digabungkan dengan peringatan Isro’ Mi’roj, dengan pertimbangan pandemi dan efektivitas kegiatan dan untuk memastikan pelaksanaan protokol pencegahan covid-19.
Karena masih dalam suasana pandemi covid-19, peringatan hari jadi ke-44 ini dirayakan serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan diawali dengan apel HUT ke 44 MAN Purworejo di halaman madrasah. Peringatan HUT ke-44 MAN Purworejo kali ini digabungkan dengan peringatan Isro’ Mi’roj, dengan pertimbangan pandemi dan efektivitas kegiatan dan untuk memastikan pelaksanaan protokol pencegahan covid-19.

Menurut Waka Humas, Bisri Mustofa, usai pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan tadarus bersama, baik yang di madrasah ataupun yang di rumah. Semua warga madrasah dapat jatah satu juz membaca Al Qur’an dalam waktu yang sama.
“Dengan target dalam satu hari ini, kita dari 30 kelas maka 30 Qur’an yang kita khatamkan untuk siswa. Yang perwakilan bapak ibu guru 5 Qur’an, jadi targetnya 35 khatam Al Qur’an,” jelas Bisri Mustofa kepada tim jurnalis madrasah.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kegiatan rutin. Setiap ulang tahun sudah dibudayakan untuk membaca Al Qur’an, yang tidak hanya semata-mata untuk beribadah, tapi sebagai wujud syukur atau terima kasih kepada Alloh atas nikmat diberikannya madrasah yang hebat ini yang dirintis oleh para pendahulu kita.
“Hal itu sekaligus ini sebagai wahana pendidikan membangun generasi Islami Qur’ani. Dan ini sudah rutin berjalan bertahun-tahun,” ungkap Bisri Mustofa.
“Dengan target dalam satu hari ini, kita dari 30 kelas maka 30 Qur’an yang kita khatamkan untuk siswa. Yang perwakilan bapak ibu guru 5 Qur’an, jadi targetnya 35 khatam Al Qur’an,” jelas Bisri Mustofa kepada tim jurnalis madrasah.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kegiatan rutin. Setiap ulang tahun sudah dibudayakan untuk membaca Al Qur’an, yang tidak hanya semata-mata untuk beribadah, tapi sebagai wujud syukur atau terima kasih kepada Alloh atas nikmat diberikannya madrasah yang hebat ini yang dirintis oleh para pendahulu kita.
“Hal itu sekaligus ini sebagai wahana pendidikan membangun generasi Islami Qur’ani. Dan ini sudah rutin berjalan bertahun-tahun,” ungkap Bisri Mustofa.
Baca Juga: https://www.pelita.co/news/112315/?amp
Setelah selesai apel, dilanjutkan dengan peringatan Isro’ Mi’roj di aula, dengan penceramah dari interen guru madrasah sendiri. Karena pandemi, ini dilakukan secara terbatas dan untuk mensukseskan program madrasah dan mendukung program pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.
Dengan bertambahnya usia, Bisri Mustofa berharap, madrasah harus siap membangun generasi yang selain punya kompetensi akademik bagus, dan harus membarengi dengan pembinaan-pembinaan Akhlakul Karimah, serta peduli lingkungannya, bersifat sosial, sehingga tidak ada siswa yang tidak bisa hidup bersama dengan kemajemukan, keanekaragaman budaya dan lain sebagainya. (BM2022)
Dengan bertambahnya usia, Bisri Mustofa berharap, madrasah harus siap membangun generasi yang selain punya kompetensi akademik bagus, dan harus membarengi dengan pembinaan-pembinaan Akhlakul Karimah, serta peduli lingkungannya, bersifat sosial, sehingga tidak ada siswa yang tidak bisa hidup bersama dengan kemajemukan, keanekaragaman budaya dan lain sebagainya. (BM2022)
Baca Juga: http://koranjuri.com/pelepasan-balon-di-hut-ke-44-man-purworejo-simbol-tantangan-kedepan-untuk-tingkatkan-prestasi/
Humas MAN Purworejo 2022
