MAN Purworejo Siap Menjadi Madrasah Unggulan
Purworejo (19/09/2020) “Ketulusan dan keikhlasan seorang guru akan sangat mempengaruhi dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas”, demikian kalimat yang disampaikan oleh Bapak Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M. Pd., selaku Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI saat memberikan pembinaan di MAN Purwoejo pada (19/09/2020). Kalimat pembuka tersebut merupakan penekanan sekaligus motivasi bagi peserta agar menambah keikhlasan dalam melaksanakan tugasnya membangun generasi bangsa yang berkualitas dan tangguh.
Pembinaan yang pesertanya meliputi semua guru dan pegawai MAN Purworejo itu juga dihadiri oleh Bapak H. Miftah Zarkasi, S. Ag. MA selaku Kasi Penma Kankemenag Kab. Purworejo.
Dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, ada 2 hal penting yang harus ditempuh oleh guru madrasah yaitu: pertama, guru harus mampu menggali atau melakukan terobosan praktis dalam metode atau cara menyampaikan ilmu pengetahuan di dalam kelas, artinya kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi merupakan kunci awal dalam membuka jendela ilmu pengetahuan bagi peserta dididik. Kedua, dalam melaksanakan tugasnya guru juga harus mendasari dengan niat yang ikhlas mendidik generasi bangsa yang akan menjadi pribadi yang berperan aktif dalam kehidupan di masa yang akan datang. Dari situlah ruh seorang guru sebagai pendidik akan mewarnai ilmu yang diperoleh anak didiknya. Artinya seorang guru harus bisa menjadi uswatun hasanah bagi peserta didiknya.
Dalam pidatonya Bapak Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M. Pd., berpesan untuk mewujudkan madrasah unggul yang berkualitas baik, pembelajaran jangan hanya mencari tahu, tapi harus mampu mengarahkan peserta didiknya untuk memiliki kompetensi Learning To Do (untuk apa mereka belajar) dan bagaimana peserta didik mempraktikan apa yang dipelajari, kemudian terus ditanamkan pada diri peserta didik agar terwujudnya internalisasi dari apa yang sudah mereka dipelajari, kemudian diteruskan dengan menanamkan prinsip Learning To Life Together yakni berbagi kebaikan untuk kehidupan bermasyarakat. Dari situlah Daya Cipta peserta didik mampu memberikan hal baru dan membawa perubahan pada lingkungan sosial mereka.
“Kami yakin dengan berbekal pesan dan motivasi dari pembinaan ini, Guru MAN Purworejo akan semakin siap dalam mewujudkan madrasah unggul, sesuai dengan program yang dicanangkan madrasah.” Harapan Khoirul Umam, M. Pd., selaku kepala madrasah. (bm20)
Pembinaan yang pesertanya meliputi semua guru dan pegawai MAN Purworejo itu juga dihadiri oleh Bapak H. Miftah Zarkasi, S. Ag. MA selaku Kasi Penma Kankemenag Kab. Purworejo.
Dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, ada 2 hal penting yang harus ditempuh oleh guru madrasah yaitu: pertama, guru harus mampu menggali atau melakukan terobosan praktis dalam metode atau cara menyampaikan ilmu pengetahuan di dalam kelas, artinya kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi merupakan kunci awal dalam membuka jendela ilmu pengetahuan bagi peserta dididik. Kedua, dalam melaksanakan tugasnya guru juga harus mendasari dengan niat yang ikhlas mendidik generasi bangsa yang akan menjadi pribadi yang berperan aktif dalam kehidupan di masa yang akan datang. Dari situlah ruh seorang guru sebagai pendidik akan mewarnai ilmu yang diperoleh anak didiknya. Artinya seorang guru harus bisa menjadi uswatun hasanah bagi peserta didiknya.
Dalam pidatonya Bapak Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M. Pd., berpesan untuk mewujudkan madrasah unggul yang berkualitas baik, pembelajaran jangan hanya mencari tahu, tapi harus mampu mengarahkan peserta didiknya untuk memiliki kompetensi Learning To Do (untuk apa mereka belajar) dan bagaimana peserta didik mempraktikan apa yang dipelajari, kemudian terus ditanamkan pada diri peserta didik agar terwujudnya internalisasi dari apa yang sudah mereka dipelajari, kemudian diteruskan dengan menanamkan prinsip Learning To Life Together yakni berbagi kebaikan untuk kehidupan bermasyarakat. Dari situlah Daya Cipta peserta didik mampu memberikan hal baru dan membawa perubahan pada lingkungan sosial mereka.
“Kami yakin dengan berbekal pesan dan motivasi dari pembinaan ini, Guru MAN Purworejo akan semakin siap dalam mewujudkan madrasah unggul, sesuai dengan program yang dicanangkan madrasah.” Harapan Khoirul Umam, M. Pd., selaku kepala madrasah. (bm20)
