Siswa MAN Purworejo Belajar Sejarah Di Pameran Muhibah Budaya
PURWOREJO, (20/02/2020) – Sejumlah 291 siswa MAN Purworejo mengunjungi Pameran Muhibah Budaya Mataram dari Museum Sonobudoyo dan Museum Sejarah Purbakala Pleret, Kamis 20 Fenruari 2020. Para siswa memadati event yang bertajuk Pameran Muhibah Budaya itu di Gedung Kesenian WR Supratman Purworejo,
Kegiatan di luar kelas yang menggunakan jam pelajaran ke 5-6, atau jam 10.30 s.d 12.00 tersebut bertujuan untuk mengenal lebih tentang sejarah, budaya dan naskah kuno yang pernah ada bagi para siswa MAN. Dengan harapan kegiatan tersebut bisa membangun karakter nasionalisme religious kepada siswa siswa MAN melalui belajar sejarah.
Dengan bimbingan para guru yang mengajar jam ke 5, 6, para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terbukti mereka sangat asyik bermain dengan mainan kuno mulai dari bermain dakon sampai mengamati replika - replika peninggalan sejarah. Dengan mengenali beberapa koleksi wayang golek, manekin penari golek menak pria dan wanita, versi digital Babad Giyanti, beberapa replika peninggalan Kerajaan Mataram Islam, seperti Watu Gateng, Watu Gilang, dan situs Beteng Cepuri dll, siswa MAN bisa menghargai dan mencintai sejarah bangsanya sendiri dan itu yang sangat dibutuhkan untuk membangun nasionalisme generasi muda.” Ungkap Khoirul Umam, M. Pd. selaku kepala madrasah mengomentari kegiatan belajar di luar kelas tersebut. (bsri20)
Kegiatan di luar kelas yang menggunakan jam pelajaran ke 5-6, atau jam 10.30 s.d 12.00 tersebut bertujuan untuk mengenal lebih tentang sejarah, budaya dan naskah kuno yang pernah ada bagi para siswa MAN. Dengan harapan kegiatan tersebut bisa membangun karakter nasionalisme religious kepada siswa siswa MAN melalui belajar sejarah.
Dengan bimbingan para guru yang mengajar jam ke 5, 6, para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terbukti mereka sangat asyik bermain dengan mainan kuno mulai dari bermain dakon sampai mengamati replika - replika peninggalan sejarah. Dengan mengenali beberapa koleksi wayang golek, manekin penari golek menak pria dan wanita, versi digital Babad Giyanti, beberapa replika peninggalan Kerajaan Mataram Islam, seperti Watu Gateng, Watu Gilang, dan situs Beteng Cepuri dll, siswa MAN bisa menghargai dan mencintai sejarah bangsanya sendiri dan itu yang sangat dibutuhkan untuk membangun nasionalisme generasi muda.” Ungkap Khoirul Umam, M. Pd. selaku kepala madrasah mengomentari kegiatan belajar di luar kelas tersebut. (bsri20)
Humas MAN Purworejo 2020
